Pengertian Monera, Jenis Monera dan Contoh Lengkap

Pengertian Monera

Monera merupakan makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular). Kata monera sendiri berasal dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal.

Jenis Jenis Monera

Organisme utama yang masuk dalam kingdom Monera ialah Eubacteria dan Archaebacteria. Keduanya merupakan organisme prokariotik. Yaitu organisme yang inti selnya tidak memiliki membran inti.

1. Eubacteria (Bakteri)

Eubacteria (Bakteri) merupakan organisme berukuran sangat kecil, bersel tunggal, dan dapat hidup bebas dimana-mana.
Eubacteria memiliki ukuran kisaran 0,2–10 mikrometer.

a. Bentuk Bakteri

Bakteri memiliki bentuk yang bermacam-macam. Bakteri yang kerap kita jumpai berbentuk batang, bulat, dan spiral.

b. Struktur Tubuh Bakteri

Pada umumnya tubuh bakteri dibagi dalam 3 bagian yaitu dinding sel, protoplasma (membransel, mesosom, lisosom, DNA, endospora),dan sitoplasma (kapsul, flagel, pilus).

Contoh bakteri Kingdom Monera

1). Membran sel
Membran sel adalah selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya. Membran sel merupakan bagian yang sangat vital, 
Jika membran sel rusak, maka sel bakteri juga akan mati. Membran sel terletak di dalam dinding sel, namun tidak terikat pada dinding sel.

Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid. Pada lapisan ini terdapat protein dan karbohidrat dengan kadar yang berbeda pada tiap sel bakteri.

2). Ribosom
Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Berbentuk seperti butir-butir kecil yang tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

3). DNA
DNA merupakan materi genetik yang terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri berbentu benang sirkuler (melingkar). Pada bakteri, DNA berfungsi sebagai pengatur sintesis protein bakteri dan pembawa sifat. DNA bakteri terletak pada nukleoid. Bagian ini tidak memiliki membran layaknya inti sel eukariotik.

4). Dinding Sel
Dinding sel bakteri berfungsi untuk membentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel serta melakukan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

5). Flagel
Flagel merupakan alat gerak bagi bakteri. Pada berbagai jenis bakteri, jumlah dan letak flagel bervariasi. Bisa satu, dua, bahkan lebih, letaknya pun berbeda. Bisa di ujung, sisi, juga bisa terletak pada seluruh permukaan sel. Jumlah dan letak flagel merupakan salah satu dasar penggolongan bakteri.

6). Pilus
Pilus  merupakan benang pendek yang terletak pada permukaan sel bakteri gram-negatif . Pilus merupakan perekat antara sel bakteri dengan se lbakteri lain, seperti makanan sel bakteri.

7). Kapsul
Kapsul ialah lapisan lendir yang meneutupi dinding sel bakteri. Kapsul berfungsi sebagai perlindungan diri terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang. Kapsul hanya terdapat pada bakteri pathogen.

c. Reproduksi Eubacteria

Kebanyakan bakteri melakukan reproduksi melalui proses pembelahan yang disebut pembelahan biner. Dalam kondisi idealnya, bakteri bisa membelah satu kali setiap 20 menit. Reproduksi yang cepat memungkinkan bakteri berkembang biak menjadi sangat banyak. Bakteri bereproduksi dengan cara konjugasi. Konjugasi bakteri menggunakan pili seksual. Proses konjugasi dapat memproduksi susunan genetik baru sehingga menghasilkan bakteri dengan sifat baru

d. Pengelompokkan Eubacteria

1). Proteobacteria
Proteobacteria terbagi dalam tiga kelompok, yakni bakteri ungu kemoautotrof, Proteobacteria kemoautotrof (Bakteri yang hidup bebas dan bersimbiosis), dan Proteobacteria kemoheterotrof (Bakteri yang hidup dalam organisme lain).

2). Bakteri gram positif
Kelompok bakteri ini dapat berfotosintesis dan ada yang bersifat kemoheterotrof. Dapat berbentuk endospora saat keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Contoh bakteri ini ialah Clostridium dan Bacillus.

3). Spirochetes
Bakteri ini memiliki bentuk sel heliks, memiliki panjang sampai 0,25mm. Kelompok bakteri ini bersifat kemoheterotrof. Ada yang hidup bebasdan ada yang patogen seperti Treponema pallidum yang menyebabkan sifilis.

4). Chlamydias
Bakteri ini merupakan patogen beberapa penyakit. Energi untukberaktivitas diperoleh dari inangnya. Contohnya adalah Chlamydias trachomatis.

5). Cyanobacteria
Cyanobacteria dahulu dikenal dengan nama ganggang hijau-biru (bluegreenalgae) serta dimasukkan dalam kelompok alga eukariotik. Akan tetapi,belakangan diketahui bahwa alga ini termasuk prokariotik. Oleh karenaitulah, ganggang hijau-biru sekarang disebut Cyanobacteria dan dikelompokkanke dalam Eubacteria.

2. Archaebacteria

Archaebacteria merupakan organisme yang hidup pada daerah yang ekstrim contohnya sumber air panas. Berdasarkan tempat hidupnya, Archaebacteria ke dalam tiga kelompok, yaitu Metanogenik, Halofilik dan Termofilik.

a. Metanogenik

Bakteri ini biasa hidup di rawa-rawa atau danau yang kekurangan oksigen. 
Bakteri ini memproduksi makanannya menggunakan CO2 dan H2 dan mengubahnya menjadi metana (CH4).

b. Halofilik

Bakteri ini hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi. Bahkan, sebagian bakteri ini memerlukan kadar garam 10 kali lebih tinggi dari air laut untuk hidup.

c. Termofilik

Archaebacteria ini hidup pada tempat yang memiliki suhu 60°C hingga 80°C. Bahkan, beberapa spesies mampu hidup dengan suhu 105°C.

Tinggalkan Balasan