Sejarah Perkembangan Sosiologi Lengkap

Pada tahun 1838, kata Sosiologi sebagai pertama kali dicetuskan oleh ilmuwan Perancis yang bernama August Comte, yang kini dikenal dengan sebutan Bapak Sosiologi. Sejarah Perkembangan Sosiologi bermula pada abat 19 di Eropa. Pada masa itu ilmuan mulai menyadari perlunya ilmu yang mempelajari tentang kondisi dan perubahan sosial dalam masyarakat.

Para ilmuwan tersebut kemudian berupaya membangun teori teori sosial berdasarkan ciri-ciri yang terdapat dalam masyarakat. 

Dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial yang ada, sosiologi tergolong ilmu sosial yang termuda. Sosiologi lahir saat manusia mulai mempertanyakan perubahan yang terjadi pada masyarakat. Meski sudah ratusan tahun sebelum masehi pertanyaan tersebut sudah muncul. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir belasan abad kemudian. Berikut adalah kronologi sejarah perkembangan ilmu sosiologi.

Perkembangan Awal

Awalnya tokoh Yunani Kuno, seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles, menganggap bahwa masyarakat terbentuk begitu saja. Baik perkembangan atau kemunduran yang terjadi dalam masyarakat, tidak ada yang bisa mencegah. Anggapan tersebut terus dipercaya semasa Abad Pertengahan.

Tokoh lain, seperti Agustinus, Avicenna (Ibnu Sina), dan Thomas Aquinas menegaskan bahwa nasib masyarakat merupakan bagian dari kehendak Ilahi. Manusia tidak mampu mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi pada masyarakat. Pada masa itu pertanyaan dan jawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan.

Abad Pencerahan

Sosiologi modern berasal dari karya para pemikir Abad Pencerahan (abad XVII Masehi). Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu membawa pengaruh terhadap pandangan akan perubahan yang terjadi didalam masyarakat. Pandangan itu haruslah bersifat ilmiah. Artinya perubahan tersebut harus dapat dijelaskan secara rasional. 

Abad Revolusi

Perubahan ini dikatakan revolusioner karena struktur (tatanan) masyarakat lama dapat berganti dengan struktur yang baru dengan sangat cepat. Contoh yang paling jelas tampak dalam Revolusi Amerika, Revolusi Prancis, dan Revolusi Industri. Ketiga revolusi tersebut berpengaruh besar ke seluruh dunia. Hal yang wajar mengingat kawasan Asia dan Afrika pada masa itu sedang menjadi daerah koloni Eropa.

Pada masa Revolusi Amerika, koloni Inggris yang berada Amerika Utara membentuk sebuah negara republik yang demokratis. Pada masa itu, Pemerintahan jenis ini baru pertama kali muncul. karena kebanyakan negara membentuk pemerintahan monarki. Gagasan akan kedaulatan rakyat dan pentingnya Hak Asasi Manusia mengubah susunan dan kedudukan orang dan kelompok dalam masyarakat.

Revolusi-revolusi ini menjadi sebab berbagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Tak jarang perubahan ini disertai dengan peperangan, pemberontakan, serta kerusuhan yang mengakibatkan kemiskinan dan kekacauan. Karena itulah, para ilmuwan mencari cara menganalisis perubahan uamg terjadi pada masyarakat, baik secara rasional dan ilmiah guna mengetahui sebab dan akibat terjadinya perubahan. Tujuannya, agar bencana yang terjadi akibat perubahan dapat diantisipasi dan dihindari.

Tinggalkan Balasan